Kegiatan Workshop Nasional Pejabat Fungsional Pengantar Kerja

Workshop Nasional Pejabat Fungsional Pengatar Kerja Tahun 2018 secara resmi telah dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri, pada tanggal 7 Mei 2018, bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta, dengan mengusung tema; ‘Penguatan Peran Pengantar Kerja dalam Menghadapi Era Digitalisasi’ 

Pelaksanaan Workshop Nasional ini berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 7-9 Mei 2018, dihadiri oleh 125 (seratus dua puluh lima) orang pejabat fungsional Pengantar Kerja yang ditempatkan di Kantor Pusat serta Dinas yang membidangi ketenagakerjaan, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kegiatan workshop ini dimaksudkan sebagai media diskusi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta sekaligus memperoleh masukan/input yang akan digunakan sebagai referensi bagi perumusan kebijakan dan program pemberdayaan Fungsional Pengantar Kerja ke depan.

Peran Fungsional Pengantar Kerja sebagai garda terdepan dalam memfasilitasi penempatan tenaga kerja, diharapkan lebih diberdayakan untuk dapat menekan angka pengangguran nasional. Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK), sebagai unit teknis yang menangani pembinaan Pejabat Fungsional Pengantar Kerja, saat ini sedang dan akan terus berupaya untuk memperkuat keberadaan Fungsional Pengantar Kerja, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Mempertimbangkan terbatasnya jumlah tenaga Fungsional Pengantar Kerja seluruh Indonesia yang saat ini hanya 364 orang, maka diperlukan lebih banyak lagi penyelenggaraan program-program pendidikan dan pelatihan pengantar kerja dalam mendukung pelayanan penempatan, khususnya di kabupaten/kota.

Dalam kesempatan ini, Menaker Hanif Dhakiri menyampaikan bahwa, kemajuan teknologi seharusnya semakin bisa mendekatkan pelayanan Dinas, khususnya Pengantar Kerja kepada masyarakat, melalui pelayanan yang mudah, murah, cepat dan akurat. Oleh karena itu, melalui kegiatan Workshop ini diharapkan para Pengantar Kerja dapat memperoleh pembelajaran sekaligus membuka wawasannya untuk lebih memahami perkembangan layanan penempatan melalui aplikasi online, sehingga mereka siap melakukan perubahan dan mampu beradaptasi untuk melakukan pelayanan penempatan tenaga kerja secara digital.

Berdasarkan hasil penelitian Indonesian Digital Landscape pada bulan Januari 2018, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 50 persen dari total populasi 265,4 juta jiwa, dengan pengguna internet aktif sebanyak 132,7 juta jiwa, sehingga media informasi maupun aplikasi ketenagakerjaan secara online dinilai lebih tepat untuk penyederhanaan dalam mekanisme pelayanan penempatan tenaga kerja dengan adanya peralihan antara fungsi pelayanan ketenagakerjaan dari sistem pelayanan konvensional menjadi online.

Beberapa narasumber yang dihadirkan dalam Workshop ini adalah Tenaga Ahli (Expert) dari Kantor ILO Jenewa serta para praktisi online business provider, yaitu dari Klik Tukang dan Join Kandidat. Bahan materi yang di sampaikan oleh narasumber dapat didownload disini 

Sebelum acara pembukaan workshop, diawali terlebih dahulu dengan acara pemilihan Desa Migran Produktif (Desmigratif) untuk tahun 2018 oleh Menaker M. Hanif Dhakiri, yaitu sebanyak 130 desa. Program Desmigratif yang telah diluncurkan oleh Menaker sejak tahun lalu merupakan program unggulan Kemnaker, sebagai upaya mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya di daerah yang menjadi kantong-kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI), agar mereka dapat hidup dan bekerja secara layak, termasuk dalam hal mendapatkan informasi dan layanan migrasi secara benar (procedural). Terkait hal ini, maka diharapkan Fungsional Pengantar Kerja nantinya dapat terlibat dan berperan aktif untuk menjadi bagian dalam pelaksanaan Program Desmigratif, khususnya dalam hal pemberian layanan migrasi dan usaha produktif.

Setelah workshop dibuka secara resmi oleh Menaker M. Hanif Dhakiri, dilanjutkan dengan acara peresmian atau peluncuran (launching) aplikasi e-Pengantar Kerja, yaitu aplikasi database Pengantar Kerja di Indonesia yang juga berfungsi sebagai media informasi dan forum komunikasi bagi Pengantar Kerja untuk saling bertukar pikiran atau berkonsultasi, berkaitan dengan pengembangan karir dan profesi mereka.

Dalam acara pembukaan workshop, juga telah dilakukan acara pengukuhan kepengurusan Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia (IKAPERJASI) untuk periode 2018-2023, oleh Direktur Jenderal Binapenta dan PKK, Ir. Maruli A. Hasoloan, M.A., Ph.D. (spk-ptkdn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *