Korea Selatan Masih Menjadi Primadona TKI

 

Para calon peserta program ini harus memenuhi persyaratan yang  ditentukan. Seleksinya cukup ketat. Jika terbukti ada pemalsuan data peserta, maka akan dikenai sanksi cukup merepotkan.

Wajah Sumaryanto tampak sumringah saat memasuki Kantor BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Jakarta. Pagi itu, 8 Februari, ia dan bersama puluhan orang lainnya akan mendapatkan wejangan dari Kepala BP3TKI Jakarta Ahnas dan Kasubdit Kerja Sama Antar Instansi BNP2TKI Ahmad Syahbudin.Sumaryanto adalah salah satu peserta tenagakerja Indonesia (TKI) yang mendaftar untuk mengikuti Program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan yang diadakan tahun 2017. Program G to G merupakan tindaklanjut kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan yang sudah disepakti kedua pemerintah. Kesepakatan ini juga telah ditandatangani antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dan Kementerian Perburuhan Republik Korea Selatan tentang Penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke Korea berdasarkan EPS. Perekrutan TKI dalam Program G to G ada  sedikit berbeda dengan TKI biasa. Semua pencari kerja yang berminat untuk bekerja ke Korea Selatan di bawah Mekanisme Employment Permit System (EPS) harus mengikuti model rekruitmen Sistem Poin, yang dilakukan oleh Human ResourcesDevelopment Service of Korea (HRD Korea).

Pada tahun 2017, berdasarkan surat HRD Korea nomor EPS-130 tanggal 16 Januari 2017 telah dibuka kesempatan Pendaftaran Program G to G ke Korea PBT Sektor Manufaktur Tahun 2017 dengan rekrutmen model Sistem Poin. Dalam Sistem Poin, pelamar akan dinilai bukan hanya terbatas pada kemampuan Bahasa Korea, tetapi termasuk juga pengalaman kerja atau kemampuan atau keterampilan pada bidang  Manufaktur. Ujian dilakukan sebanyak dua tahap.Tahap pertama, Ujian Tahap Pertama (EPS-TOPIK). Bentuk ujiannya antara lain: Membaca (Pilihan ganda), 25 pertanyaan, selama 40 menit; dan Mendengar, 25 pertanyaan, selama 30 menit. Skor  mininimal kelulusan EPS-TOPIK adalah 40 poin dan dipilih sesuai urutan hasil ujian dengan skor tertinggi, total nilai 100. Hanya pelamar yang lulus Ujian Tahap Pertama yang dapat mengkuti Ujian Tahap Kedua. Tahap kedua, (Skill Test + Competency Test) yang terdiri dari tiga bagian, yakni  kekuatan fisik, wawancara, dan kemampuan dasar dengan skor total 100. Sementara untuk uji kompetensi merupakan penilaian sesuai dokumen  yang dimiliki pendaftar, yaitu: pengalaman kerja 1 tahun atau lebih, sertifikat pelatihan dengan lama pelatihan 120 jam, dan sertifikat kompetensi/nasional Pendaftaran online.

Bagi yang berminat bekerja ke Korea, para calon peserta dapat melakukan prapendaftaran secara online melalui websitehttp://g2g.bnp2tki.go.id. Ada dua kualifikasi yang harus dipenuhi oleh calon peserta,yakni kualifikasi umum dan khusus.Ketentuan dalam kualifikasi umum,antara lain: usia antara 18 – 39 tahun saat mendaftar; pendidikan minimal SLTP atau sederajat, diutamakan SMK atau SMA; tidakbuta warna; tidak cacat jari atau amputasi;tidak sedang dicekal bep ergian ke luar negeri; belum pernah dihukum penjara atau hukuman yang lebih berat; tidak memiliki catatan deportasi atau keberangkatan dari Pemerintah dari Republik Korea; dan tidak  memiliki riwayat penyakit Tubercholosis(TBC), Hepatitis dan Shypilis. Selain itu calon peserta juga harus memiliki alamat email pribadi yang masih aktif;memiliki nomor rekening tabungan, disarankan dengan buku tabungan BRI Simpedes TKI.Adapun manfaatnya untuk mempermudah transaksi di dalam negeri dan luar negeri,meliputi proses pendaftaran, Pre Eliminary  Education, dan asuransi. Selain itu dengan setoran awal Rp 10.000 dan tenggat waktutabungan pasif lebih dari 180 hari. Sedangkan ketentuan untuk kualifikasi khusus, meskipun tidak wajib, namun bagi pendaftar yang memiliki pengalaman kerja/ sertifikat pelatihan/sertifikat kompetensiakan mendapatkan nilai tambah kompetensi sesuai bukti dokumen yang dimiliki. Peserta harus menyerahkan sertifikat tersebut setelah lolos Ujian Tahap I Sistem Poin EPSdengan total poin 5.

Kelima poin tersebut terbagi dalam tiga bagian. Pertama, pengalaman kerja satu tahun atau lebih yang terkait dengan 26jenis pekerjaan sektor manufaktur yang tertuang dalam SPAS, memiliki nilai poin 3. Kedua, sertifikat pelatihan kejuruan sector manufaktur (salah satu atau lebih dari 26 jenis pekerjaan) dengan lama pelatihan 120 jam pelatihan atau lebih, dengan nilai poin 1. Dan ketiga, sertifikat nasional atau sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP/BNSP skema manufaktur oleh BNSP, dan atau Sertifikat Keselamatan dan  Kesehatan Kerja (K3) yang diterbitkan oleh Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan atau lembaga yang diberikan mandat untuk itu, dengan nilai poin 1. Prosese perekrutan peserta pada program G to G ke Korea ini cukup ketat. Jika dalam proses verifikasi data peserta ternyata ditemukan dokumen yang tidak sesuai atau palsu, maka proses  pendaftaran akan dibatalkan. Bahkan, tidak diperbolehkan mengikuti pendaftaran apapun selama dua tahun berikutnya. Aturan tegas ini diberlakukan demi kebaikan para calon TKI yang diberangkatkan. Jika data palsu bias lolos, maka yang akan rugi adalah peserta sendiri saat berada di negara tujuan. (Pentazone Juni 2017, Abdul Kholis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *